WANTARA MALUKU

ARTIKEL LAIN

Deskripsi gambar

Minggu, 28 Juni 2026

MTQ XXXI, Kota Tual Juara Umum

Juni 28, 2026



WantaraMaluku.com, Ambon -
Kafilah Kota Tual kembali menorehkan prestasi gemilang dengan mempertahankan gelar Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026. Kota Tual berhasil mengumpulkan 409 poin, unggul atas Kabupaten Maluku Tengah yang meraih 389 poin dan Kabupaten Maluku Tenggara dengan 218 poin.



MTQ XXXI yang berlangsung sejak 22 - 28 Juni 2026 resmi ditutup di Gedung Islamic Center Ambon, Minggu (28/6/2026) malam. Penutupan ditandai secara simbolis dengan penutupan Mushaf Al-Qur'an, diiringi bunyi sirine dan kembang api oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Azis Sangkala, didampingi Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, serta jajaran pimpinan daerah.



Membacakan sambutan Ketua DPRD Maluku, Azis Sangkala menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, LPTQ, panitia, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ.



Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam, pembinaan generasi Qur'ani, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan semangat persaudaraan masyarakat Maluku. Tema "Mewujudkan Generasi Qur'ani yang Berakhlak Mulia, Harmonis, dan Berdaya Saing Par Maluku Pung Bae" dinilai sejalan dengan upaya membangun Maluku yang maju, adil, sejahtera, dan tetap menjunjung nilai hidup orang basudara.



Sementara itu, Plt. Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Kasrul Selang, melaporkan bahwa MTQ XXXI diikuti 735 peserta dan ofisial yang bertanding pada delapan arena perlombaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan khidmat.



Kasrul menegaskan, para juara terbaik akan menjalani seleksi kompetensi secara ketat sebelum ditetapkan sebagai wakil Provinsi Maluku pada MTQ Nasional XXXI yang dijadwalkan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada September 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan memperbaiki prestasi Maluku di tingkat nasional.



Terkait penyelenggaraan MTQ XXXII Tahun 2028, LPTQ Maluku belum menetapkan tuan rumah karena masih menunggu regulasi terbaru dari Kementerian Agama RI mengenai pelaksanaan STQ. Meski demikian, kabupaten/kota yang berminat dipersilakan mengajukan surat keminatan kepada LPTQ Provinsi Maluku.



Adapun Peringkat Akhir MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku 2026 yakni, Kota Tual mendapatkan 409 Poin serta mendapatkan gelar juara Umum, disusul oleh Kabupaten Maluku Tengah 389 poin, Kabupaten Maluku Tenggara 218 poin, Kabupaten Seram Bagian Timur 198 poin, Kabupaten Buru 183 poin, Kota Ambon 154 poin, Kabupaten Seram Bagian Barat 129 poin, Kabupaten Buru Selatan 122 poin, Kabupaten Kepulauan Aru 60 poin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar 31 poin dan Kabupaten Maluku Barat Daya 19 poin.(**)

Selengkapnya

Sabtu, 27 Juni 2026

Kariuw: Pengalaman Kejurnas Atletik 2026, Mampu Bersaing

Juni 27, 2026


WantaraMaluku.com, Ambon -
Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Maluku resmi mengirim empat atlet terbaiknya untuk berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Atletik U-16, U-18, U-20 dan Piala Indonesia 2026 yang telah berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan, Jakarta Selatan, pada 27–30 Juni 2026 kemarin.



Keberangkatan kontingen dilepas langsung oleh Ketua Umum PASI Maluku, Levinus Kariuw, di Stadion Mandala Remaja Karang Panjang, Ambon, 25 Juni 2026.



Menjelang keberangkatan, Kariuw membakar semangat para atlet agar tampil tanpa rasa takut dan mampu menunjukkan kualitas terbaik saat menghadapi persaingan dengan atlet-atlet dari berbagai provinsi yang ada.



"Berikan yang terbaik. Menang atau tidak, yang terpenting kalian sudah menunjukkan kemampuan maksimal yang dimiliki," sahut  Kariuw.



Ia menegaskan, keberhasilan di arena nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga mental bertanding dan rasa percaya diri. Karena itu, para atlet diminta menjadikan ajang ini sebagai kesempatan membuktikan bahwa atlet Maluku mampu bersaing di level nasional.



Kariuw, berharap, keikutsertaan pada Kejurnas Atletik 2026, para atlet tidak hanya menambah jam terbang di tingkat nasional, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga yang akan menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan pada Pra PON maupun PON mendatang.


"Orang lain bisa, kalian juga bisa. Tunjukkan bahwa atlet Maluku mampu bersaing di tingkat nasional," ujarnya.


Menurutnya,  setiap atlet yang berangkat membawa nama baik daerah. Apa pun hasil yang diraih nantinya, semangat juang dan penampilan maksimal menjadi hal yang paling utama.



"Maluku ada di pundak kalian. Karena itu, berikan kemampuan terbaik dan buat daerah ini bangga melalui prestasi yang kalian raih," tegasnya.



Empat atlet yang diberangkatkan merupakan hasil pembinaan PASI Maluku yang diproyeksikan menjadi bagian dari regenerasi atlet menuju ajang nasional yang lebih besar.



Selain menjadi panggung unjuk kemampuan, Kejurnas Junior Atletik 2026 juga menjadi tolok ukur penting dalam mengevaluasi kesiapan atlet menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) hingga PON yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).



Meski demikian, PASI Maluku memilih tidak membebani atlet dengan target perolehan medali. Fokus utama adalah membangun pengalaman bertanding dan meningkatkan kualitas performa.



"Saya tidak ingin memberikan target yang justru menjadi beban bagi atlet. Yang terpenting, mereka dapat mengukur kemampuan, mengevaluasi kekurangan, dan meningkatkan performa sebagai persiapan menuju Pra PON dan PON," jelasnya.



Empat atlet yang akan membawa nama Maluku pada kategori U-18 yakni Tiara Julens Hattu dan Paulina Laisina di nomor 400 meter dan 800 meter putri, Girsha Saimima di nomor 100 meter dan 200 meter putri, serta Samir Ismail Laturua di nomor 100 meter dan 200 meter putra.(**)

Selengkapnya

Menteri Bahlil Percepat Proyek Masela, Konstruksi Dimulai 2027

Juni 27, 2026

 


WantaraMaluku.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang gas raksasa Abadi Masela di Maluku akan segera memasuki babak baru setelah tertunda selama puluhan tahun. Proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) itu ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi  2027 mendatang.



Bahlil mengatakan pemerintah terus mendorong percepatan proyek tersebut agar hambatan investasi yang pernah terjadi tidak kembali terulang. Menurutnya, sejumlah tahapan krusial telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED).



"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai, nah setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tau sama Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah jalan. Tahun 2027 konstruksi," ujar Bahlil saat memberikan keynote speech pada acara Kajian Tengah Tahun INDEF (KTT-INDEF), 25 Juni 2026.



Ia menambahkan, Blok Masela merupakan salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. Pemerintah menargetkan proyek yang dioperasikan oleh Inpex Corporation bersama mitranya tersebut dapat mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional.



"Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa terproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia," imbuhnya.



Sebelumnya, dalam kunjungan kenegaraan bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret 2026, Bahlil mendapat arahan untuk mempercepat dua agenda utama, yakni investasi transisi energi dan penyelesaian proyek strategis Blok Masela.



Menindaklanjuti arahan tersebut, Bahlil mengundang CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, untuk membahas percepatan pengembangan Blok Masela. Proyek senilai sekitar USD20 miliar atau setara Rp339 triliun (kurs Rp16.900 per dolar AS) itu menjadi salah satu proyek energi terbesar yang tengah didorong pemerintah.



Dalam pertemuan tersebut, Takayuki Ueda menyampaikan komitmen INPEX untuk mempercepat penyelesaian Proyek Abadi Masela.(**)

Selengkapnya

Polda, Ungkap Delapan Kasus Pencurian dan Curanmor! Sebelas Tersangka Diamankan

Juni 27, 2026


WantaraMaluku.com, Ambon -
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku bersama jajaran Satreskrim Polresta Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan masyarakat dengan mengungkap delapan kasus pencurian dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sepanjang periode Mei hingga Juni 2026.



Sebanyak 11 tersangka berhasil diamankan dalam pengungkapan tersebut. Para tersangka terdiri dari pelaku dewasa maupun anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), yang diduga terlibat dalam berbagai aksi pencurian yang meresahkan masyarakat di wilayah Kota Ambon dan sekitarnya.



Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Press Release bersama yang digelar Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku di Ruang Konferensi Pers Mapolda Maluku, Sabtu (27/6/2026), yang dihadiri Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., Direktur Reskrimum Polda Maluku Kombes Pol. Dasmin Ginting, S.I.K., serta Direktur Resnarkoba Polda Maluku Kombes Pol. Indera Gunawan, S.I.K., M.H.



Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Pol. Dasmin Ginting, S.I.K., menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan delapan perkara tersebut merupakan hasil kerja intensif penyidik dalam merespons laporan masyarakat dan melakukan pengembangan terhadap sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik.



“Sepanjang periode Mei hingga Juni 2026, Ditreskrimum Polda Maluku bersama Satreskrim Polresta Ambon berhasil mengungkap delapan perkara yang terdiri dari kasus pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 11 tersangka berhasil diamankan, baik pelaku dewasa maupun anak yang berhadapan dengan hukum,” ujar Kombes Pol. Dasmin Ginting.



Menurutnya, pengungkapan ini menunjukkan bahwa aparat kepolisian terus bekerja secara maksimal untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menekan angka kriminalitas konvensional yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas.



Ungkap Pencurian Rumah Saat Korban ke Masjid


Salah satu kasus yang berhasil diungkap adalah tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.


Peristiwa tersebut terjadi pada 27 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WIT ketika korban meninggalkan rumah untuk melaksanakan ibadah. Pelaku memanfaatkan kondisi jendela rumah yang terbuka dan masuk ke dalam kamar korban.


Dari aksi tersebut, pelaku berhasil membawa kabur satu unit laptop Acer Chromebook, satu unit iPhone 14 Pro Max, tas, dompet, dokumen identitas, serta uang tunai milik korban.


Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda Maluku, pelaku berinisial SN (22) berhasil diidentifikasi dan diamankan. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya dan sejumlah barang bukti milik korban berhasil diamankan.


Dua ABH Terlibat Kasus Curanmor


Selain itu, Ditreskrimum Polda Maluku juga berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di kawasan Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.


Kasus bermula ketika korban memarkir sepeda motor Yamaha X-Ride di area parkir sebuah kafe pada 6 Juni 2026 malam. Namun korban lalai karena meninggalkan kunci kontak masih terpasang pada kendaraan.


Melihat kesempatan tersebut, dua Anak yang Berhadapan dengan Hukum berinisial NAV (16) dan AAH (17) memanfaatkan kelengahan korban dengan membawa kabur sepeda motor tersebut menggunakan kunci yang masih terpasang.


Melalui serangkaian penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha X-Ride warna merah dengan nomor polisi DE 6074 NC.


“Setiap laporan masyarakat kami tindak lanjuti secara serius. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. Kami akan terus melakukan penegakan hukum secara profesional dan terukur untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegas Kombes Pol. Dasmin Ginting.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberikan peluang bagi pelaku kejahatan.


Menurutnya, sejumlah kasus pencurian yang berhasil diungkap menunjukkan bahwa pelaku kerap memanfaatkan kelengahan korban, baik saat meninggalkan rumah maupun saat memarkir kendaraan.


“Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan komitmen Polda Maluku dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Namun di sisi lain, kami juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada, memastikan rumah dalam keadaan aman saat ditinggalkan, serta tidak meninggalkan kunci kendaraan pada sepeda motor karena dapat membuka peluang terjadinya tindak pidana,” kata Kombes Pol. Rositah Umasugi.


Ia menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi faktor penting dalam mencegah serta mengungkap berbagai tindak kriminal.


“Kami berharap masyarakat tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Kolaborasi yang baik antara masyarakat dan kepolisian akan semakin memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Maluku,” tambahnya.


Polda Maluku menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan penyelidikan, patroli, dan langkah-langkah preventif guna menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Maluku.(**)

Selengkapnya

Jumat, 26 Juni 2026

Rapat Paripurna Pertanggungjawaban APBD Jadi Tolak Ukur Kinerja Pemerintah Daerah

Juni 26, 2026

 


WantaraMaluku.com, Ambon - DPRD Provinsi Maluku mulai memasuki tahap pembahasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2025. 


Agenda tersebut diawali dengan pelaksanaan rapat paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD, yang dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Maluku, Asis Sangkala.


Rapat paripurna tersebut berlangsung di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Kamis (25/6/2026), dengan agenda utama penyerahan dokumen Ranperda dari Pemerintah Provinsi Maluku kepada DPRD, untuk selanjutnya dibahas secara mendalam sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku.


Dalam sambutannya, Asis menegaskan bahwa penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD merupakan salah satu tahapan paling penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. 


Melalui proses tersebut, masyarakat dapat mengetahui secara transparan sejauh mana penggunaan anggaran daerah telah dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan oleh pemerintah.


“Penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan APBD pada setiap tahunnya memiliki arti yang sangat penting, karena setiap kebijakan pemerintah daerah yang tertuang dalam program, dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dengan anggaran bersumber dari APBD selama satu tahun anggaran, akan dipertanggungjawabkan kepada seluruh rakyat Maluku melalui wakil-wakilnya di DPRD,” ujar Asis.


Menurutnya, pembahasan laporan pertanggungjawaban APBD tidak hanya berkaitan dengan pencatatan laporan keuangan semata, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi utama terhadap capaian hasil program pembangunan, yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah sepanjang tahun anggaran berjalan.


DPRD, kata Asis, memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan pelaksanaan APBD berjalan, sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku, serta sejalan dengan target pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.


“DPRD senantiasa berupaya secara objektif melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan APBD Provinsi Maluku pada setiap tahun anggaran,” katanya.


Ia menambahkan, fungsi pengawasan yang dijalankan oleh DPRD bertujuan untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan oleh pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan yang ada di daerah.


Oleh karena itu, pembahasan Ranperda pertanggungjawaban APBD nantinya akan menjadi ruang strategis bagi DPRD untuk menilai efektivitas program kerja, mengukur pencapaian kinerja pemerintah daerah, serta memberikan masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan yang telah dijalankan.


Dalam rapat tersebut, DPRD secara resmi menerima dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku, untuk selanjutnya dibahas bersama sebelum memperoleh persetujuan sesuai ketentuan perundang-undangan.


Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menegaskan, bahwa laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), bukan sekadar kewajiban administratif semata, melainkan bentuk nyata akuntabilitas pemerintah daerah kepada masyarakat, atas pengelolaan keuangan daerah yang telah dilaksanakan selama satu tahun anggaran.


Menurut Vanath, penyampaian laporan pertanggungjawaban APBD merupakan amanat peraturan perundang-undangan, yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah sebagai wujud transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah.


“Laporan pertanggungjawaban ini merupakan perwujudan akuntabilitas pemerintah daerah, atas penggunaan keuangan daerah yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Maluku,” kata Vanath.


Ia menjelaskan, laporan tersebut disusun berlandaskan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta berbagai perubahan peraturan yang mengaturnya.


Dalam kesempatan itu, Vanath juga menyampaikan apresiasi atas capaian membanggakan Pemerintah Provinsi Maluku yang kembali berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.


Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah, dalam menerapkan tata kelola keuangan yang baik, transparan, dan akuntabel.


“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, serta dukungan DPRD yang terus mengawal penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.


Vanath kemudian memaparkan rincian realisasi APBD Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2025. Dari target pendapatan daerah yang ditetapkan sebesar Rp3 triliun, realisasi yang berhasil dicapai mencapai Rp2,7 triliun atau sekitar 90,12 persen.


Pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp628,18 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp2,08 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp325 juta.


Sementara itu, untuk sisi belanja daerah yang dianggarkan sebesar Rp2,87 triliun, terealisasi sebesar Rp2,56 triliun atau 89,26 persen. 


Realisasi belanja tersebut mencakup belanja operasi sebesar Rp2,15 triliun, belanja modal Rp184,04 miliar, belanja tidak terduga Rp3,74 miliar, serta belanja transfer sebesar Rp227 miliar.


Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah yang ditargetkan sebesar Rp5,46 miliar terealisasi sebesar Rp4,66 miliar atau 85,40 persen.


Sedangkan pengeluaran pembiayaan yang dianggarkan sebesar Rp136,67 miliar terealisasi sepenuhnya.


Vanath mengatakan, meskipun pembiayaan netto tercatat minus Rp132 miliar, kondisi keuangan daerah tetap menunjukkan hasil yang positif, karena angka realisasi pendapatan lebih besar dibandingkan realisasi belanja.


“Pemerintah Provinsi Maluku berhasil mencatat surplus anggaran sebesar Rp142,88 miliar pada Tahun Anggaran 2025,” ungkapnya.


Setelah diperhitungkan dengan pembiayaan netto, lanjut Vanath, Pemerintah Provinsi Maluku mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp10,87 miliar atau tepatnya senilai Rp10.879.391.368.


Selain menyampaikan realisasi APBD, Vanath juga memaparkan kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Maluku per tanggal 31 Desember 2025. 


Total aset daerah tercatat sebesar Rp7,3 triliun, dengan total kewajiban sebesar Rp660 miliar dan total ekuitas mencapai Rp6,64 triliun.


Vanath juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, atas peran pengawasan serta kemitraan yang terus dijalankan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Maluku yang telah mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah. Selanjutnya, secara resmi kami menyerahkan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk dibahas dan mendapatkan persetujuan dari DPRD Provinsi Maluku,” tutupnya.(**)

Selengkapnya

Dawelor, Dia yang Terlewat Antara Banda dan Timor Oleh: Mahandis Yoanata

Juni 26, 2026


WantaraMaluku.com, Bola Bumi -
Terumbu karang nan sehat dan berukuran besar itu menyeruak beraneka warna. Di sekitarnya tampak berseliweran ikan kerapu sepanjang hampir dua meter, kumpulan ikan barakuda yang memanjakan mata, juga ikan napoleon. Semuanya kerap terlihat saat penyelaman di pesisir Welora.


Welora terletak diantara Laut Banda dan Laut Timor. Desa ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Pulau Dawelor, Maluku Barat Daya. Welora sudah dikenal sebagai destinasi wisata selam yang dikunjungi banyak para pelancong, baik lokal maupun mancanegara.



Pada 2020, Desa Welora tampil sebagai juara pertama dalam ajang Anugerah Pariwisata Indonesia (API Award) dalam kategori destinasi wisata baru. Desa yang asri dengan bangunan yang berjajar rapi dan penduduk yang ramah, akan membuat siapapun yang mengunjunginya akan kerasan untuk tinggal berlama-lama.



Warga dan pengurus desa wisata, terus berusaha mengembangkan desa wisata ini agar dikenal luas oleh masyarakat. Dalam catatan Pemerintah Desa Welora, kunjungan LoB (Live on Board) dalam kurun waktu 2021-2023, terdapat 13 kapal yang singgah ke Welora. Kapal-kapal itu membawa hingga 291 penumpang yang berasal dari berbagai negara: Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Jerman, dan lain lain.



Sebagai upaya pengembangan wisata yang berkelanjutan, pemerintah Desa Welora bekerja sama dengan WWF-Indonesia melakukan kajian daya dukung pariwisata, baik di area pesisir/pantai maupun wisata laut.



Kajian digelar selama 20-24 Maret 2024 di empat titik garis pantai untuk mengetahui karakteristik pantai, dan lima titik penyelaman untuk mengetahui keanekaragaman hayati dan biota laut.



“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kajian daya dukung wisata ini. Mudah-mudahan dari hasilnya nanti, kami dapat berbenah dan meningkatkan pelayanan wisata hingga pengadaan fasilitas yang belum ada di Welora,” ucap Markus Laimera, Sekretaris Desa Welora, sekaligus salah satu penggagas desa wisata.



Senada dengan Markus, Sarjon Walupi, Kepala Desa Welora, mengungkapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada WWF-Indonesia. Ia menjanjikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung, maupun setelah kegiatan usai.



Baginya, kesempatan untuk bekerja sama dengan WWF-Indonesia semakin menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk membentuk desa wisata yang selaras dengan tujuan konservasi. Selama ini, masyarakat desa juga turut berpartisipasi dalam menjaga keanekaragaman hayati di laut sekitar Welora, baik secara personal maupun secara administratif.



Anastasia Alerbitu, Marine Tourism and Community Officer WWF-Indonesia untuk Maluku Barat Daya menambahkan perlunya kajian ini dalam sudut pandang konservasi.



“Mengetahui potensi desa Welora saat ini, dirasa sangat perlu untuk pengembangan dan tata kelola wisatanya," ungkapnya. "Kajian yang telah dilakukan dapat mengetahui berapa jumlah batas tampung dari pantai-pantai yang ada di Welora, atau jumlah maksimal penyelam di dalam satu titik selam." Dia menambahkan, "Hal ini dapat mendukung Welora menjadi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya overtourism.”



Kajian daya dukung ini nantinya akan menjadi data dasar untuk kajian mendatang terkait upaya pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan, khususnya yang berhubungan dengan keanekaragaman hayati laut.



Hasil dari kajian ini, dapat digunakan sebagai bahan promosi wisata Desa Welora, termasuk juga informasi terkait peta penyelaman dan biodiversitas laut yang menjadi potensi wisata bahari dari keindahan Desa Welora.(**)


Selengkapnya

Kamis, 25 Juni 2026

Catatan Menarik Ekuador vs Jerman Hasil 2-1

Juni 25, 2026

 


WantaraMaluku.com, Ambon - Ekuador menciptakan kejutan dengan menumbangkan Jerman pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026. Berikut sejumlah catatan menarik yang lahir dari pertandingan tersebut.


Duel yang berlangsung di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Ekuador. Hasil tersebut memastikan wakil Amerika Selatan itu melangkah ke babak 32 besar meski sempat tertinggal lebih dahulu.


Jerman langsung memimpin saat pertandingan baru berjalan dua menit melalui Leroy Sane yang memanfaatkan kerja sama Florian Wirtz dan Aleksandar Pavlovic. Namun, Ekuador mampu merespons cepat lewat gol indah Nilson Angulo dari luar kotak penalti tujuh menit kemudian.


Gol kemenangan Ekuador akhirnya lahir pada menit ke-77 melalui Gonzalo Plata yang memaksimalkan situasi sepak pojok. Keunggulan tersebut bertahan hingga peluit akhir dan memastikan Ekuador mengamankan tiket ke fase gugur.


Sejumlah fakta dan statistik menarik muncul setelah pertandingan Ekuador melawan Jerman berakhir. Berikut rangkuman catatan penting dari duel tersebut.


1. Gol kemenangan Gonzalo Plata menjadi gol ke-20 yang lahir dari situasi tendangan sudut di Piala Dunia 2026. Edisi kali ini menjadi Piala Dunia keempat sejak 1966 yang mencatat sedikitnya 20 gol dari sepak pojok, setelah 2014 (26 gol), 2018 (26 gol), dan 1998 (21 gol).


2. Jerman kini gagal mencatatkan clean sheet dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Catatan tersebut menyamai rekor terburuk mereka di turnamen ini, yang sebelumnya terjadi pada sembilan laga pertama antara edisi 1934 hingga 1954. Terakhir kali Jerman tidak kebobolan terjadi pada final Piala Dunia 2014 saat mengalahkan Argentina.


3. Sejak Piala Dunia 1998, ini baru kali kedua Jerman kalah dalam pertandingan Piala Dunia setelah lebih dulu mencetak gol. Sebelumnya, dari 27 pertandingan dalam kondisi tersebut mereka membukukan 25 kemenangan dan 2 hasil imbang, sebelum kalah 1-2 dari Jepang pada 2022 dan mengalami kekalahan lagi dalam laga ini.


Catatan Menarik Duel Ekuador vs Jerman

4. Ekuador hanya menelan satu kekalahan dalam 22 pertandingan terakhir di semua kompetisi, dengan catatan 9 kemenangan dan 12 hasil imbang. Kemenangan ini juga menjadi kemenangan pertama mereka atas tim Eropa sejak mengalahkan Portugal 3-2 pada Februari 2013, setelah sebelumnya mencatat lima hasil imbang dan empat kekalahan melawan tim Eropa.


5. Ini baru kali kedua Ekuador memenangkan pertandingan Piala Dunia setelah sempat tertinggal lebih dulu. Sebelumnya, mereka juga menang 2-1 atas Honduras dengan skenario serupa pada Piala Dunia 2014.(**)




Selengkapnya

BERITA LAIN