WantaraMaluku.com, Bola Bumi - Jangan pernah sekalipun melupakan bahwa Maluku adalah bagian tak terpisahkan yang memberikan kontribusi sangat besar dalam mendirikan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanpa Maluku, kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak akan pernah terwujud dengan utuh dan kokoh seperti saat ini. Darah, air mata, dan pengorbanan luhur putra-putri Maluku terukir abadi di lembaran sejarah perjuangan bangsa dan negara, dikutip tulisan Presiden RI Ir, Soekarno Geser 1953 Indonesia Tanpa Maluku Bukan Indonesia.
PERJUANGAN KEMERDEKAAN RI
Kapitan Pattimura - Tohmas Matulessy pahlawan Nasional memimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap penjajahan kolonial tahun 1817.
Martha Kristina Tiahahu pahlawan Nasional mengangkat senjata melawan penjajah.
Abdoel Moethalib (AM) Sangadji tokoh perintis kemerdekaan Indonesia asal Rohomoni, Pulau Haruku.
Letnan Komarudin pahlawan perjuangan perang kemerdekaan RI.
Johanes Latoeharhary ikut mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan RI.
Dr. Johannes Leimena Bapak Puskesmas.
Masih banyak pejuang asal Maluku yang mati-matian demi kedaulatan Bangsa dan Negara.
Maka sesunggunya, tidak dapat dimaafkan dan tidak boleh dibiarkan apabila masih ada ucapan bernada rasis serta penghinaan yang ditujukan khusus bagi masyarakat Ambon dan Maluku secara kusus sebagaimana peristiwa yang terjadi di Matraman Minggu, (26/07/2026). Perkataan dilontarkan masa semacam itu sangat melukai hati nurani dan tidak pantas terucap di tengah bangsa yang menjunjung tinggi akan persaudaraan.
Bagaimana tidak peristiwa brutal di kompleks Matraman memicu aksi penghinaan di media sosial akun Facebook Dewi Suci berasumsi seakan-akan orang Ambon berkuasa di Jakarta dengan spontan hinaan juru parkir dan hama, dan @akmalmaula07 kataan orang Maluku monyet sangat tidak etis kemudian, ada juga beberpa akun lain yang menyudutkan orang Maluku Indonesia Timur secara keseluruhan.
Perkataan seakan-akan meremehkan orang Ambon, sangat melukai hati nurani seluru masyarakat Maluku secara umum Indonesia Timur ras Milanesia; hal demikian tidak pantas terucap di tengah bangsa yang selalu menjunjung tinggi akan, nilai-nilai Pancasila.
Mereka berani menjatukan derajat sepertinya belum menyadari bahwa betapa luguhnya kekuatan yang dimiliki bangsa Maluku apabila bersatu padu dalam satu tekad.
Tidak ada satu pun yang sanggup menghadapi keberanian dan keteguhan hati orang Maluku. Sekalipun kekuatan besar, tidak mampu menghalangi langkah mereka yang bersatu demi kehormatan.
Kekuatan persaudaraan bangsa Maluku sanggup mengubah dan menghancurkan segala sesuatu yang menghalangi jalan kebenaran.
Kami sampaikan pesan ini sebagai peringatan tegas kepada seluruh masyarakat dan pemerintah: pikirkanlah segala sesuatu dengan sangat matang dan bijaksana.
Jangan sampai kesalahan ujaran dan sikap yang sewenang-wenang memicu peristiwa yang kelak mendatangkan kesedihan panjang bagi seluruh bangsa, serta menjadi catatan kelam yang sulit dihapus dari sejarah.
Hormati jasa mereka, hargai keberadaan mereka, karena Maluku adalah bagian dari nadi kehidupan Republik ini, Oleh: Victor, Edy M.(**)

