Tahuri Persaudaraan Dari Tanah Nusa Ina Lafa Untuk Dunia - WANTARA MALUKU

ARTIKEL LAIN

Deskripsi gambar

Rabu, 19 Agustus 2026

Tahuri Persaudaraan Dari Tanah Nusa Ina Lafa Untuk Dunia


WantaraMaluku.com, Bola Bumi  - Hidup orang basudra merupakan sebuah sukma hidup saling mengikat antar sesama, hal itu dilakukan demi memupuk tali persaudaraan yang sejati sejak leluhur.


Keharmonisan antar sesama mengingat akan pentingnya nilai - nilai toleransi; tidak memandang suku, rasa, budaya, antar golongan, agama dengan menjunjung tinggi persaudaraan dan menjaukan diri dari isu profokatif maupun doktrin yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

 

Sejak konflik melanda Maluku tahun 1999 merambat hingga Kabupaten Maluku Tengah tiga Kecamatan Seram Selatan juga terdampak yakni, Kecamatan Tehoru, Kecamatan Telutih dan Kecamatan Siwalalat Negeri Lafa (Lounusa 64) juga terkena dampak konflik, keragaman dua komunitas agama Salam - Sarane runtuh kala itu menjadi dasar pondasi yang kuat dalam menjaga kebinekaan persatuan di tengah peristiwa kelam tejadi.


Monumen tugu tahuri persaudaraan mencuat ditengah keberlangsungan agenda sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) ke - XXXIV Tingkat Sinode GPM berlangsung di Jemaat Lafa tahun 2014 yang diketuai oleh mantan raja Negeri Laimu Abdulah Kumkelo, S.Pd utusan peserta sidang berasal dari tingkat Sinode/Klasis se - Maluku Maluku Utara Oktober 2014.


Penerimaan tamu peserta sidang (MPL) dan Musyawarah Pimpinan Paripurna Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku, (MPP AMGPM) diterima oleh basudara non Sarane yakni basudara Salam yang berdomisili di Negeri Lafa dan beberapa Negeri lain se-Kecamatan Telutih, Tehoru pasca momen tersebut berlangsung.


Atas dasar agenda besar MPH Sinode GPM tersebut maka muncul gagasan pembuatan berdirinya monumen tugu tahuri persaudaraan oleh mantan Ketua Sinode GPM Prof. Dr. John T. H. Ruhulessin, M.Si, di restui oleh tokoh rekonsiliasi Islam Imam Masjid Nurul-Fatah Negeri Lafa Muhamad Ally Tehuayo dan Pemerintah Negeri Lafa guna menetapakan, merumuskan perencanaan struktural monumen tahuri.


Sesudah pelaksanaan sidang MPL dilaksanakan maka pembentukan tim tahuri yang mana kerangka awal adalah pembuatan 'tipa' sebagai instrumen tahuri yang dibahas dalam forum musyawarah orang sudara melibatkan raja, lattupati tokoh adat di tiga Kecamatan Tehoru, Telutih, Siwalalat. Rapat tersebut menghasilkan menetapakan pembuatan tugu tahuri persaudaraan dibuat ditetapkan di Negeri Lafa sebagai corong orang basudara. 


Dilanjutkan agenda peletakan batu pertama tahuri persaudaraan yang di kerjakan kepala tukang selama kurung waktu dua tahun tepat pada 07 Desember 2016 monumen tersebut di resmikan sekaligus pendatanganan prasasti sebagai tanda sumpa peringatan hidup persaudaraan di tanah Nusa Ina oleh unsur pejabat penting se-Maluku.


Yang berfokus pada selogam jati diri bangsa Maluku (Alifuru) yaitu, Pata Siwa dan Pata Lima berarti? Siwa sembilan dan Lima adalah Lima. 


TERTANDA TANGAN 


Gubernur Maluku, (Upu Tihuli Mauloku) diwakili oleh Ibrahim Sangadji, Pandam XVI/Pattimura (Malessy Tihuli Ayehua Esa) diwakili oleh Kapten Idrus Leurima kala itu, Kapolda Maluku (Malessy Tihuli Ayehua Hua) diwakili oleh Ibda J. F Aritonang, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku (Upu Tihuli Itanahua Esa) diwakili oleh Idrus Tukan, para Bupati terdiri dari Bupati Maluku Tengah (Upu Tihuli Ina Tuni) diwakili oleh Drs. W Istia, Bupati Seram Bagian Timur (Upu Tihuli Nusa Ina) diwakili oleh Muhamadiyah Wailissa, mantan Ketua Sinode GPM (Upu Tihuli Itanahua Tolu) Pdt. Dr. A. J. S. Werenussa, M.Si, Penggagas monumen tugu tahuri persaudaraan (Upu Tihuli Tinahua Hate) Prof. Dr. John T. H. Ruhulessin, M.Si, Muhamad Ally Tehuayo (Alm), Lattupati Maluku Tengah (Ina Tihuli Itanahua Hua) Yulia Awauakune, S.IP


Dari sini katong samua berasal "NUSA INA" katong saudara sekandung ade deng kaka zeng pandang beda suku deng agama Salam - Sarane hidup basudara.


KATAKAN PADA DUNIA


Karena katong zeng ada perpecaan karan katong satu gandong, karena katong satu darah zeng ada perpecahan ale Salam beta Sarane tapi katong satu gandong. 


MEWAKILI MASYARAKAT ADAT TEHORU, TELUTIH, SIWALALAT


Raja Negeri Yaputih Sarjan Tehuayo, Raja Negeri Laimu Abdulah Kumkelo S.Pd, Raja Negeri Atiahu Muhamadiyah Wailissa, Raja Negeri Hatu P. Walalayo, Pj Pemerintah Negeri Lafa V Tehuayo, tua - tua adat masyarakat dari Negeri Haya Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah sampai di Negeri Atiahu Kecamatan Siwalalat Kabupaten SBT.


Lembaga Adat Negeri Lafa, Niko Rehena kepada wartawan Rabu, (19/08/2026) menyebut monumen tahuri persaudaraan dibangun atas dasar keberagaman tali persaudaraan di Nusa Ina khususnya di tiga Kecamatan Seram Selatan atas kesalah pahaman antara dua komunitas agama Salam - Sarane tahun 1999.


Oleh karena itu, dalam merajuk kembali makana janji para leluhur orang tatua maka monumen tugu tahuri persaudaraan di bangun bedasarkan skema yang telah di rancang bersama guna merajuk kembali makna persaudaraan di tanah Nusa Ina; dalam konteks bahasa adat Negeri Maraina tahuri disebut (Tihuli) yang artinya bunyi, menyuarkan dan bia atau cangkang hanyalah simbol.


Selain itu Anak Adat Negeri Lafa, Aba Mesiapy menyebut, monumen tahuri persaudaraan jika di makanai secara motonologi tradisi dan santunan orang basudara telah terjaga sejak purba kala tidak memandang suku, rasa, budaya, antar golongan, agama dengan merujuk pada teologi Ina, Ama tidak terlepas dari tatanan orang sudara yang telah di pupus sejak sedia kala.


Oleh karena itu, monumen tugu tahuri persaudaraan digagas dalam momentum sidang MPL ke- XXXIV Sinode GPM di Jemaat Lafa pertanda bahwa keeratan hubungan cinta kasih antara orang basudara tidak mudah untuk di pupus guna merujuk pada nilai-nilai kebinekaan dan kemaknaan toleransi antar umat beragama di tiga Kecamatan Tehoru, Telutih Siwalalat.


Ia menyebut secara kasat mata tahuri merupakan benda mati akan tetapi mempunyai fungsi dan makna yang mendalam terkait dengan kehidupan persaudaraan yang sejati. Tahuri tidak sekedar berbunyi namun bergetarkan jiwa untuk menyatu, "panggel orang sudara". 


Memakani monumen tahuri persaudaraan maka berkaca dari identitas jati diri dimana tahuri persaudaraan berasal dan menjadi sentrum bagi anak cucu di semua penjuru, NUSA INA bolehkah? Masuk dalam rana pendidikan? Akuinya.(Edy Mehlidan)


BERITA LAIN