WantaraMaluku.com, Ambon - Panorama dan sanset Teluk Ambon kini dinikmati oleh para pengunjung di Waihaong Cafe and Resto sambil mencicipi berbagai ragam kuliner khas Maluku, sajian kopi hangat yang disajikan bercita rasa khas dengan menawarkan perpaduan menu seafood kian menggoda selera.
Minggu, 16 Agustus 2026, Waihaong Cafe and Resto resmi di buka oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, didampingi Sekda Maluku Sadali Ie, Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan Ketua KADIN Maluku Sam Latuconsina.
Owner Waihaong Cafe, June Carla Nanariain, mengatakan konsep tempat tersebut terinspirasi dari suasana cafe dan resto di Kota-Kota besar seperti di Bali dan Lombok, yang tetap mempertahankan karakter kuliner Ambon.
“Konsepnya agak tropical natural, kami mencoba meniru konsep cafe and resto yang ada di Bali dan Lombok. Tetapi untuk cita rasanya kami tetap membawa citarasa Ambon, terutama kuliner Maluku seperti tuna dan cumi. Semua seafood,” ujar June.
Menurut June, konsep tersebut sengaja dibuat agar pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati suasana Teluk Ambon. Kehadiran Hawaiian band dan musisi lokal nantinya akan melengkapi pengalaman pengunjung.
“Kami berharap tempat ini bukan saja menjadi tempat makan, tetapi juga menjadi tempat untuk menikmati suasana. Sembari menikmati Teluk Ambon yang indah, kapal-kapal dan suasana sunset,” katanya.
Waihaong Cafe and Resto juga membawa misi ekonomi. Lokasi usaha tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Maluku yang dikelola untuk kegiatan usaha.
June berharap keberadaan cafe tersebut dapat membuka ruang lebih besar bagi pelaku UMKM lokal untuk terlibat sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Semoga semakin menambah UMKM di Maluku dan memberdayakan UMKM di tengah kondisi efisiensi anggaran,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyambut kehadiran Waihaong Cafe and Resto sebagai bagian dari tumbuhnya aktivitas usaha yang dapat menggerakkan ekonomi daerah.
“Ini sukacita besar bagi saya bisa hadir di momen ini. Pemerintah tentu mengapresiasi hadirnya Grand Opening Waihaong Cafe and Resto,” kata Lewerissa.
Menurutnya, usaha kuliner seperti Waihaong memiliki peluang lebih luas karena tidak hanya menyasar masyarakat lokal. Lokasinya yang menghadap Teluk Ambon juga dapat menjadi daya tarik bagi tamu dari luar daerah yang datang untuk melakukan pertemuan maupun berwisata.
“Usaha seperti ini kami dukung karena mendukung roda ekonomi Maluku dan Kota Ambon. Ini juga bisa menjadi daya tarik bagi tamu-tamu dari luar untuk meeting dan berwisata,” ujarnya.
Hendrik berharap kehadiran Waihaong Cafe and Resto tidak berhenti sebagai usaha yang ramai saat pembukaan. Ia justru menekankan pentingnya kemampuan pengelola menjaga keberlanjutan bisnis.
“Semoga Waihaong cafe and Resto ini memberi inspirasi bagi UMKM besar yang lain untuk berkembang tetapi sekaligus memacu ekonomi Maluku dan Kota Ambon,” katanya.
Menurutnya, tantangan terbesar sebuah bisnis bukan pada bagaimana menarik perhatian saat grand opening, melainkan mempertahankan kualitas setelah usaha berjalan.
“Bisnis ini harus bertahan. Dengan pengalaman mengelola cafe di Ujung JMP, saya yakin Waihaong Cafe and Resto juga bisa survive,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan pengelola agar konsisten menjaga kualitas makanan sekaligus pelayanan kepada pelanggan.
“Paling penting jaga kualitas produknya. Dan yang utama adalah attitude atau pelayanan dari pegawai dan staf,” tandasnya.
Dengan konsep kuliner khas Maluku, panorama Teluk Ambon dan dukungan penampilan musisi lokal, Waihaong Cafe and Resto diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan baru wisata kuliner di Kota Ambon sekaligus membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang. (Sam)
