Sopi Penopang Hidup Dikejar Dilupakan - WANTARA MALUKU

ARTIKEL LAIN

Deskripsi gambar

Jumat, 07 Agustus 2026

Sopi Penopang Hidup Dikejar Dilupakan

WantaraMaluku.com, Bola Bumi  - Sopi (air lontar)  merupakan salah satu minuman tradisional yang telah diwariskan sejak turun temurun dan dimanfaatkan pada agenda - agenda adat tertentu di sebagian wilayah di Maluku. 


Selain itu, sopi juga merupakan salah satu minuman yang dapat membantu kelangsungan hidup masyarakat karena sopi anak-anak bisa sekolah, karena sopi anak-anak bisa sarjana, karena sopi anak-anak bisa TNI, karena sopi anak-anak bisa Polisi, karena sopi anak-anak bisa hidup; dari tetes air lontar ini.


Kita semua tau di tanah Kalwedo, khususnya di Kecamatan Pulau Letti Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) infrastruktur menjadi penghalang ditengah krisis ekonomi berkepanjangan perhatian Pemerintah 'nol basar' bantuan belum sampai, di mana harapan seringkali harus dirajut dengan keringat sendiri. Sopi bukan sekadar minuman tradisional namun sopi adalah nadi kehidupan masyarakat.

 

Namun apa yang kita lihat sekarang? Pemerintah datang dengan aturan, berbagai kebijakan dibuat namun apa didapat; masyarakat kecil semakin susah karena keterlangsungan hidup menjadi fanutan mau jalani hidup dengan cara apa? Satu-satunya jalan merubah nasip keluarga adalah mengolah air aren menjadi minuman tradisional.

Fakta: Aparat datang dengan wajah dendam seakan-akan masyarakat adalah nara pidana yang harus menelan pil pahit karena sopi di sita dibuang. Penghasilan Masyarakat terhenti, semangat yang membara demi anak-anak runtuh. Sopi dikejar, diambil, dilarang seolah-olah masyarkat melakukan aksi kriminal padahal, aparat berhadapan dengan sopi.


 Pertanyaan, di mana solusinya?

 

Pemerintah tidak pernah memberi jalan keluar yang nyata. Tidak pernah ada program yang menggantikan penghasilan itu. Tidak pernah ada pelatihan, tidak ada bantuan usaha lain, tidak ada terobosan yang benar-benar bisa menopang hidup masyarakat di pulau ini. Yang ada hanya larangan, hanya penyitaan, hanya menutup pintu rezeki yang selama ini menjadi satu-satunya sandaran.


Kalian mengejar sopi, tapi melupakan nasib rakyat jelata, menyita hasil jerih payah masyarakat tapi tidak pernah menyodorkan tangan untuk membantu, ingin melarang, tapi tidak mau memberi jalan agar anak-anak bisa sekolah, bisa menggapai cita-cita.

 

Jangan hanya pandai melarang. Jangan hanya pandai menyita, jika pandai melarang sopi, berikanlah penggantinya yang setimpal. Jika menganggap ini salah, tunjukkanlah jalan yang benar yang bisa memberi makan minum perut  membiayai sekolah anak-anak kami.

 

Jangan sampai rakyat di Pulau Letti dan seluruh Maluku Barat Daya (MBD) berfikir, bahwa negara hanya pandai mengambil keputusan akan tapi lupa memberi artinya; negara lebih ketat aturan di atas kertas, daripada jiwa raga dan masa depan rakyatnya  kelaparan, oleh: Aries Tatku, Edy Mehlidan.(**)

BERITA LAIN